Dalam episode terbaru podcast Sedgwick, tuan rumahKimberly George, Global Chief Brand Officer Sedgwick, berbincang denganChris Harvey, Senior Vice President of Client Services dan pakar terkemuka dalam penarikan produk global dan tanggapan insiden. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dan hampir 2.000 kasus penarikan produk di bawah pengawasannya, Chris membawa wawasan yang mendalam tentang perkembangan lanskap keamanan produk.

Pendengar akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan yang dihadapi perusahaan saat ini—mulai dari meningkatnya tindakan penegakan hukum hingga kompleksitas rantai pasok global yang semakin rumit. Chris menjelaskan bagaimana pergeseran regulasi, tekanan biaya, dan perubahan pemasok menciptakan risiko baru bagi produsen dan distributor. Ia juga menyoroti pentingnyakecepatan, transparansi, dan empatidalam mengelola penarikan produk secara efektif dan melindungi reputasi merek.

Pembicaraan ini mencakup contoh-contoh nyata, termasuk denda administratif dan bahkan hukuman penjara bagi eksekutif yang menangani masalah keamanan produk dengan tidak tepat. Chris menekankan pentingnya perencanaan proaktif, strategi penarikan produk yang kuat, dan pelatihan berkelanjutan untuk mengurangi risiko sebelum masalah memburuk.

Kimberly dan Chris juga membahas pendekatan komprehensif Sedgwick dalam kesiapan dan pelaksanaan penarikan produk, termasuk simulasi uji coba, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan nilai dari Indeks Penarikan Sedgwick Indeks Penarikan Kembali – alat yang kuat untuk melacak tren dan mengidentifikasi risiko yang muncul di berbagai industri dan wilayah.

Apakah Anda bekerja di bidang kepatuhan, hukum, jaminan kualitas, atau kepemimpinan eksekutif, episode ini menyediakan wawasan penting untuk membantu melindungi organisasi Anda dalam lingkungan yang penuh tantangan saat ini.

25 652 07 22 Spanduk Podcast SEDG

🎧 Klik tautan ini untuk mendengarkan episode lengkapnya dan pelajari bagaimana perusahaan Anda dapat tetap unggul dalam keamanan produk dan perlindungan merek.