17 Juni 2026
Lanskap sengketa pertanggungjawaban sedang mengalami pergeseran mendasar, di mana tingkat keparahan gugatan kini ditentukan jauh lebih awal dalam siklus sengketa, bukan pada tahap persidangan. Meskipun frekuensi sengketa tetap relatif stabil, hasilnya semakin dipengaruhi oleh langkah awal yang diambil, perwakilan pihak penggugat, serta dinamika negosiasi yang terus berkembang.
Laporan ini menyoroti beberapa faktor yang saling beririsan dan mempercepat perubahan ini, termasuk keterlibatan pengacara sejak dini yang mempersempit rentang waktu penanganan kasus, meningkatnya penggunaan pendanaan litigasi oleh pihak ketiga yang memperpanjang durasi gugatan dan meningkatkan biaya, serta meningkatnya inflasi sosial dan narasi yang didorong oleh penggugat yang menaikkan ekspektasi sejak awal.
Di sisi lain, tekanan prosedural seperti pengajuan dokumen yang lebih awal dan tuntutan yang terikat batas waktu semakin mempersempit rentang waktu dan memaksa pengambilan keputusan yang lebih cepat serta berisiko lebih tinggi.
Secara keseluruhan, tren-tren ini menyebabkan semakin melebarnya kesenjangan antara frekuensi dan tingkat keparahan, sehingga semakin memperkuat perlunya strategi yang lebih dini, lebih terstruktur, dan didasarkan pada data untuk mengelola risiko.
Unduh laporan selengkapnya untuk menjelajahi data, pola-pola yang muncul, dan strategi-strategi yang dapat diterapkan yang membentuk masa depan litigasi pertanggungjawaban.

Australia
Kanada
Denmark
Prancis
Jerman
Yunani
Irlandia
Belanda
Selandia Baru
Norwegia
Spanyol dan Portugal
Inggris Raya
Amerika Serikat