LONDON, 21 Mei 2026 – Setelah mencapai rekor tertinggi sebanyak 4.134 kasus pada kuartal keempat 2025, jumlah penarikan produk di Eropa turun menjadi 3.413 kasus pada kuartal pertama 2026, menurutlaporan terbaru Indeks Keamanan dan Penarikan Produk Eropa dari Sedgwick. Penurunan sebesar 17,4% ini menandai penurunan kuartalan terbesar sejak kuartal kedua 2020, meskipun aktivitas penarikan produk tetap tinggi dibandingkan dengan standar historis.

Laporan Indeks Keamanan Produk dan Penarikan Produk Sedgwick menganalisis data penarikan produk dari berbagai sektor di Inggris dan Uni Eropa, termasuk industri otomotif, produk konsumen, makanan dan minuman, farmasi, serta alat kesehatan, yang memberikan wawasan penting bagi organisasi mengenai risiko regulasi, operasional, dan rantai pasok yang sedang berkembang.

Meskipun secara keseluruhan terjadi penurunan, hanya dua sektor yang mencatat kenaikan jumlah kasus penarikan produk secara kuartal ke kuartal pada kuartal pertama 2026. Kasus penarikan produk di sektor farmasi naik 36,8%, sedangkan kasus di sektor otomotif meningkat sebesar 17,1%.

Semua sektor lain yang dipantau mencatat jumlah kasus penarikan produk yang lebih sedikit dibandingkan dengan kuartal keempat tahun 2025, termasuk makanan dan minuman, alat kesehatan, produk konsumen, elektronik konsumen, mainan, dan pakaian. Penarikan produk pakaian mengalami penurunan paling tajam, turun 34,6%, diikuti oleh mainan, elektronik konsumen, serta makanan dan minuman, yang masing-masing turun 25,4%, 24,7%, dan 23,2%. Alat kesehatan mencatat penurunan paling kecil, yaitu 9,7%.

Selain data penarikan produk terbaru, laporan Indeks Keamanan Produk dan Penarikan Produk dari Sedgwick juga menyajikan wawasan penting mengenai perkembangan lanskap regulasi serta hal-hal yang perlu diantisipasi oleh para pemangku kepentingan di bidang keamanan produk sepanjang tahun 2026. Pada kuartal pertama tahun 2026, konflik regional mengganggu stabilitas rantai pasokan dan meningkatkan biaya minyak serta transportasi, sehingga menambah tekanan bagi para produsen yang sudah harus menghadapi ketidakpastian tarif yang berkepanjangan serta gejolak ekonomi yang lebih luas. 

Para pembuat undang-undang di Uni Eropa dan Inggris juga menggodok rancangan undang-undang dan inisiatif kebijakan baru yang mencakup kendaraan otonom, klaim asal negara, pelabelan alergen, serta keamanan bahan tambahan pangan. Kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi fokus utama para pembuat kebijakan, terutama terkait penerapannya dalam analisis keamanan pangan dan pengembangan farmasi.

Masalah lingkungan menjadi tema utama lainnya saat para pembuat kebijakan berupaya menangani penggunaan “bahan kimia abadi” dan memperingatkan perusahaan-perusahaan terkait klaim ramah lingkungan yang tidak tepat di seluruh rantai pasokan. Di tengah berbagai perubahan regulasi tersebut, Inggris dan Uni Eropa terus berupaya memposisikan diri sebagai pusat perdagangan dan penelitian yang kompetitif secara global. Perusahaan-perusahaan sebaiknya mencari peluang untuk memanfaatkan kebijakan-kebijakan baru yang ramah bisnis.

“Penurunan aktivitas penarikan produk tidak boleh diartikan sebagai tanda berkurangnya tekanan regulasi atau risiko keamanan produk yang lebih rendah,” kata Chris Occleshaw, Konsultan Penarikan Produk Internasional di Sedgwick. “Seperti yang telah kita lihat berulang kali, data penarikan produk dapat berubah dengan cepat. Regulator memperhatikan baik siklus hidup produk maupun pemangku kepentingan di seluruh rantai pasokan. Perusahaan harus terus mengevaluasi profil risikonya, memperkuat transparansi rantai pasokan, dan memastikan rencana krisis serta penarikan produk mereka tetap selaras dengan lingkungan operasional saat ini.”

Untuk mengunduh laporan Indeks Eropa terbaru,klik di sini.

Indeks Keamanan Produk dan Penarikan Produk Sedgwick Eropa diterbitkan setiap kuartal. Laporan ini merupakan satu-satunya laporan yang mengumpulkan dan memantau data penarikan produk di seluruh Uni Eropa dan Inggris Raya guna membantu para pemangku kepentingan di industri menanggapi perubahan regulasi, penarikan produk, serta tantangan lain di pasar. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungiwww.sedgwick.com/product-recall

Tentang Sedgwick

Sedgwick adalah mitra terkemuka di dunia dalam bidang manajemen risiko dan klaim, yang membantu klien mencapai kesuksesan dengan mengatasi berbagai situasi tak terduga. Keahlian perusahaan ini, dipadukan dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) tercanggih yang ada, menetapkan standar baru untuk solusi dalam bidang administrasi klaim, penilaian kerugian, administrasi manfaat, dan penarikan produk. Dengan lebih dari 33.000 karyawan dan 10.000 klien di 80 negara, Sedgwick menawarkan perspektifyang tak tertandingi, kepedulian yang berarti, dan solusi untuk lanskap risiko yang terus berubah dan kompleks. Pemegang saham mayoritas Sedgwick adalah The Carlyle Group; Stone Point Capital LLC, Altas Partners, CDPQ, Onex, dan investor manajemen lainnya merupakan pemegang saham minoritas. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungisedgwick.com.