Tahun lalu, Sedgwick mengakuisisiDirect Health Solutions (DHS), penyedia solusi telemedisin berbasis pemberi kerja terkemuka di Australia. Dalam blog ini, kami didampingi oleh Christina Wunder, yang membahas pentingnya manajemen risiko yang efektif. 

Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen risiko telah menjadi perhatian utama bagi para pemberi kerja — menuntut perhatian yang sama terhadap risiko yang segera dan terlihat maupun risiko yang tersembunyi dan tidak terduga. Landscaping risiko di tempat kerja telah mengalami perubahan signifikan, dan pemberi kerja kini harus menangani baik dampak nyata virus maupun konsekuensi jangka panjang yang potensial. Blog ini mengulas pentingnya manajemen risiko bagi pemberi kerja, mengungkap tantangan yang ditimbulkan oleh COVID-19, dan memberikan wawasan tentang strategi efektif untuk mitigasi risiko tersebut.

Komponen psikologis yang mendasari

Penting untuk menyadari bahwa meskipun COVID-19 disebut sebagai penyebab utama klaim ganti rugi di Australia, hingga 67% dari klaim tersebut juga mencakup komponen psikologis seperti isolasi dan rasa takut. Faktor-faktor ini secara signifikan mempengaruhi biaya dan durasi klaim cedera, yang dapat mencapai tiga kali lipat dari klaim cedera fisik. Hal ini menempatkan pemberi kerja di persimpangan risiko eksponensial – lonjakan baik dalam volume maupun tingkat keparahan klaim, disertai dengan peningkatan jangka panjang dalam biaya asuransi.

Penumpukan kewajiban dan dampak negatif terhadap klaim yang ada

Selain klaim baru, klaim yang sudah ada juga terpengaruh oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi peningkatan jumlah dan durasi manfaat di beberapa wilayah, perubahan ekspektasi terkait pengajuan sertifikat medis, serta penundaan dalam intervensi kritis seperti operasi dan pemeriksaan medis. Di tengah tantangan ini, fungsi sumber daya manusia (SDM) suatu perusahaan memainkan peran kunci dalam membentuk kemampuan organisasi untuk mengatasi kompleksitas ini dengan sukses.

Peran sumber daya manusia dan intervensi dini

Manajemen sumber daya manusia (SDM) yang efektif muncul sebagai pilar utama dalam mengatasi tantangan-tantangan ini. Pendekatan intervensi dini terbukti efektif dalam menanggulangi faktor-faktor negatif yang mempengaruhi klaim dan kesehatan karyawan. Platform telemedisin menonjol sebagai alat yang ampuh bagi SDM untuk melaporkan, mengevaluasi, dan menangani masalah kesehatan fisik dan psikologis sebelum berkembang menjadi masalah yang meluas. Pendekatan ini menawarkan fleksibilitas penggunaan jarak jauh, memungkinkan manajer SDM untuk dengan cepat melacak, mendokumentasikan, dan menerapkan solusi terhadap masalah karyawan.

Pendekatan holistik dalam mitigasi risiko

Selain kompensasi pekerja, pemberi kerja memiliki tanggung jawab untuk melindungi kesehatan fisik dan mental karyawan mereka. Hal ini menjadi semakin penting seiring dengan kembalinya tempat kerja ke kondisi normal. Regulator menekankan pentingnya langkah-langkah pengendalian infeksi dan memberlakukan sanksi terhadap perusahaan yang gagal mengelola risiko ini dengan baik.

Untuk secara efektif mengurangi risiko, pemberi kerja sebaiknya:

  1. Mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang kesehatan karyawan di seluruh tenaga kerja.
  2. Implementasikan sistem dan proses yang tangguh untuk meminimalkan risiko cedera atau penyakit.
  3. Buat program dukungan untuk memberikan bantuan segera kepada karyawan yang membutuhkan.
  4. Perluas layanan dukungan kepada kontraktor dan anggota keluarga untuk secara holistik menangani kesejahteraan psikososial.
  5. Jaga saluran komunikasi terbuka untuk pemberitahuan insiden dan tinjauan berkelanjutan terhadap proses kesehatan dan keselamatan.

Mengarah ke masa depan yang lebih aman

Seiring dengan antusiasme bisnis dalam menghadapi realitas pasca-pandemi, lanskap bisnis tetap dipenuhi dengan ketidakpastian. Para pemberi kerja harus menghadapi risiko yang kompleks, baik yang bersifat langsung maupun tersembunyi, sambil berupaya melindungi kesejahteraan karyawan mereka. Manajemen risiko yang efektif memerlukan perencanaan proaktif, pemantauan yang teliti, dan mitigasi strategis. Penggunaan alat HR, terutama platform telehealth, memberdayakan bisnis untuk menghadapi tantangan ini secara langsung, memastikan masa depan yang lebih aman, sehat, dan tangguh bagi baik pemberi kerja maupun karyawan.

Konten iniawalnya diterbitkanolehDHS, sebuah unit bisnis Sedgwick.