4 Oktober 2026
Panduan ini memberikan wawasan penting mengenai ketidakhadiran tenaga kerja, risiko yang mulai muncul, dan langkah-langkah yang diambil organisasi.
SYDNEY, Australia –Sedgwicktelah menerbitkanpanduanberjudul“Absensi Akibat Masalah Kesehatan Mental di Australia Tahun 2026: Tren, Biaya, dan Kepatuhan”yang mengupas tren utama, faktor pendorong, biaya, serta perkembangan regulasi yang memengaruhi absensi terkait kesehatan mental di Australia. Panduan ini menguraikan bagaimana organisasi dapat memanfaatkan wawasan mengenai absensi, kemampuan manajer, dan strategi intervensi dini untuk mengurangi risiko absensi jangka panjang serta meningkatkan kinerja tenaga kerja.
Dengan menggabungkan data resmi Sedgwick di Australia dan informasi dari sumber-sumber seperti Safe Work Australia dan PwC Australia,panduanini mengkaji faktor-faktor utama yang memengaruhi ketidakhadiran di tempat kerja di seluruh negeri. Panduan ini juga berfungsi sebagai bukti tambahan bahwa apa yang dulunya dipandang terutama sebagai masalah kesejahteraan atau kompensasi pekerja kini telah menjadi tantangan utama dalam pengelolaan ketidakhadiran, serta menguraikan faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja, kelangsungan operasional, keterlibatan karyawan, dan risiko organisasi.
“Bagi organisasi, data ketidakhadiran semakin penting dalam menunjukkan pengelolaan risiko yang proaktif serta mengidentifikasi bahaya psikologis sebelum dampak negatifnya semakin parah,” kata Christina Wunder, Kepala Sedgwick Health Solutions di Australia. “Dengan menerapkan pendekatan yang berfokus pada ketidakhadiran yang mengutamakan dukungan dini dan pengelolaan yang konsisten, organisasi dapat secara signifikan mengurangi risiko hukum dan risiko hubungan industrial.”
Temuan penting lainnya daripanduanini antara lain:
- Tingkat ketidakhadiran terkait kesehatan mental meningkat sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menjadikannya penyebab utama cuti jangka panjang di organisasi-organisasi di Australia.
- Waktu pemulihan untuk klaim cedera psikologis empat kali lebih lama dibandingkan dengan klaim cedera fisik,
- Biaya klaim rata-rata 3 kali lipat lebih tinggi, dengan biaya median untuk cedera psikologis diperkirakan sebesar $67.000.
- $6 miliar per tahun adalah jumlah yang dikeluarkan oleh para pemberi kerja di Australia akibat presenteisme dan absensi yang berkaitan dengan kesehatan mental
Data tersebut memperjelas bahwa intervensi dini bukan lagi sekadar pilihan bagi perusahaan. Organisasi yang menerapkan praktik manajemen ketidakhadiran yang matang—dikombinasikan dengan wawasan berbasis data, manajer yang terlatih, serta dialog terstruktur mengenai kesejahteraan untuk melakukan intervensi dini—menunjukkan hasil kembalinya karyawan ke tempat kerja yang secara terukur lebih baik, pemulihan yang berkelanjutan, serta keterlibatan karyawan yang lebih kuat. Hasilnya: intervensi dini semakin dipandang oleh semua pihak sebagai strategi proaktif inti dalam manajemen risiko bisnis yang bertujuan membantu perusahaan di seluruh lini fungsional.
Untuk mengunduh panduan “Absensi Akibat Masalah Kesehatan Mental di Australia Tahun 2026: Tren, Biaya, dan Kepatuhan” klik di sini.
Tentang Sedgwick
Sedgwick adalah mitra terkemuka di dunia dalam bidang manajemen risiko dan klaim, yang membantu klien mencapai kesuksesan dengan mengatasi berbagai situasi tak terduga. Keahlian perusahaan ini, dipadukan dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) tercanggih yang ada, menetapkan standar bagi solusi dalam bidang administrasi klaim, penilaian kerugian, administrasi manfaat, dan penarikan produk. Dengan lebih dari 33.000 karyawan dan 10.000 klien di 80 negara, Sedgwick menawarkan perspektif yang tak tertandingi, kepedulian yang nyata, serta solusi untuk lanskap risiko yang terus berubah dan kompleks. Pemegang saham mayoritas Sedgwick adalah The Carlyle Group; sedangkan Stone Point Capital LLC, Altas Partners, CDPQ, Onex, dan investor manajemen lainnya merupakan pemegang saham minoritas. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungiSedgwick.com.
Australia
Kanada
Denmark
Prancis
Jerman
Yunani
Irlandia
Belanda
Selandia Baru
Norwegia
Spanyol dan Portugal
Inggris Raya
Amerika Serikat