STUDI KASUS
Rumah penanaman ganja
Oleh: Duane Pretorius, Manajer Lingkungan - Sedgwick Australia
Ringkasan insiden
Penyewa telah mengubah gudang dan kantor menjadi fasilitas produksi narkotika ilegal yang dilengkapi dengan enam ruangan budidaya hidroponik masing-masing berukuran 6 meter x 8 meter, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada properti dan infrastruktur.
Ringkasan klaim
Pemegang polis menemukan kerusakan tersebut saat mengambil alih kembali properti tersebut. Selain itu, pengangkatan asbes diperlukan setelah ditemukan bahwa bahan-bahan yang mengandung asbes terkontaminasi oleh jamur.
Pekerjaan yang dilakukan
Sedgwick ditunjuk untuk mengelola proses tender sesuai dengan lingkup pekerjaan yang telah ditetapkan dan menggunakan jaringan pemulih yang disukai oleh klien. Dokumen spesifikasi pekerjaan khusus dibuat dan diberikan kepada kontraktor klien. Sedgwick tetap terlibat hingga sertifikasi pasca-pemulihan, melakukan manajemen proyek dan validasi biaya pemulih.
Ruang lingkup pekerjaan awal:
- Persiapan lokasi
- Pemasangan instalasi listrik dan perpipaan yang aman, akibat adanya sambungan ilegal.
- Pemutusan dan pembongkaran yang aman dari struktur ilegal
- Pembersihan sisa-sisa hidroponik, struktur sementara, dan penutup lantai yang rusak.
- Remediasi terperinci dan pembersihan lokasi
- Pembuangan limbah yang aman, termasuk daur ulang.
- Pengangkatan asbes oleh seorang ahli pengangkatan asbes yang berlisensi dan diverifikasi oleh seorang penilai asbes yang berlisensi.
Ruang lingkup tambahan:
- Pemasangan peralatan pengeringan
- Pembersihan dengan penyedot debu HEPA (High-Efficiency Particulate Air), pengamplasan, dan pembersihan.
- Evaluasi dan verifikasi pasca-remediasi yang dilakukan oleh seorang ahli higiene independen menunjukkan bahwa diperlukan remediasi tambahan terhadap kontaminasi jamur, serta pengobatan antimikroba tambahan pada area yang awalnya dibersihkan oleh pemulih.
Solusi alternatif
Selama proyek, kami menjajaki solusi pengelolaan limbah alternatif untuk menghindari pembuangan dan pembuangan limbah ke tempat pembuangan akhir. Namun, limbah tersebut pada akhirnya diangkut ke stasiun transfer untuk daur ulang dan pemisahan.
Tabungan dan kontribusi
Proyek mengalami keterlambatan dan biaya tambahan akibat penemuan asbes dan kebutuhan untuk melakukan pembersihan jamur berulang kali. Meskipun demikian, biaya akhir yang disepakati dianggap wajar dan masuk akal.
Pihak pemulih (restorer) menagih nilai yang diestimasi awal dan harus mengurangi biaya untuk pekerjaan tambahan yang tidak termasuk dalam lingkup pekerjaan awal (perluasan lingkup pekerjaan yang disebabkan oleh pemulih, pengembalian berulang, dan pekerjaan pembersihan jamur; biaya tambahan yang diestimasi oleh Badan Lingkungan Hidup (
) untuk perluasan lingkup pekerjaan tersebut mendekati $30K). Evaluasi rinci oleh ahli higiene kerja memastikan situs memenuhi standar lingkungan, yang berkontribusi pada penyelesaian proyek dengan sukses.
Kesimpulan
Pembersihan rumah budidaya ilegal tersebut menemui berbagai kendala tak terduga, termasuk adanya asbes dan kontaminasi jamur yang luas di dalam rongga dinding. Setelah proses pembersihan dan verifikasi yang detail oleh ahli higiene kerja dari Badan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (
), lokasi tersebut dinyatakan telah dibersihkan dengan memuaskan. Properti kini siap untuk ditempati kembali dan diperbaiki, setelah melalui proses pembersihan yang memenuhi standar Australia. Kerjasama dan kerja teliti dari semua pihak yang terlibat dalam pembersihan (
) memastikan pemulihan properti secara aman.

Australia
Kanada
Denmark
Prancis
Jerman
Yunani
Irlandia
Belanda
Selandia Baru
Norwegia
Spanyol dan Portugal
Inggris Raya
Amerika Serikat