8 September 2026
Sedgwick merilis Laporan Intelijen Administrasi Klaim Bab Dua: Masa Depan
LONDON –Sedgwick, mitra terkemuka di dunia dalam bidang manajemen risiko dan administrasi klaim, telah menerbitkan“Claims Administration Intelligence Report Bab Dua: Masa Depan”. Bab terbaru dalam seri ini mengkaji bagaimana organisasi dapat mempersiapkan program klaim mereka untuk meraih kesuksesan jangka panjang melalui tata kelola klaim yang kuat, triase digital, pengambilan keputusan berbasis data, dan standar kinerja.
Berdasarkan statistik pasar umum dan data klaim dari Sedgwick yang mencakup 2,3 juta kasus kerugian yang diterima di seluruh Eropa sejak tahun 2020, laporan ini mengkaji implikasi strategis dari model penanganan klaim internal, outsourcing, dan hibrida.
“Administrasi klaim sedang berkembang dari sekadar fungsi back-office menjadi disiplin strategis yang dapat membantu organisasi mengurangi risiko, meningkatkan kinerja, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih baik. Hal ini mencakup pemrosesan klaim sekaligus pencapaian hasil yang konsisten melalui tata kelola yang efektif, wawasan yang dapat ditindaklanjuti, triase digital, dan model operasional berkinerja tinggi. Laporan ini menyoroti prioritas-prioritas yang akan membentuk administrasi klaim di tahun-tahun mendatang,” kata James Norman, Kepala Pengembangan Bisnis Internasional, Sedgwick.
Tren teratas dari laporan meliputi:
- Waktu penerimaan laporan klaim pertama (FNOL) dapat dipersingkat hingga 75% melalui proses triase digital
- 60% dari total biaya risiko perusahaan pada umumnya berasal dari klaim
- Terdapat 11–21% klaim subrogasi yang tidak tertagih yang teridentifikasi dalam audit berkas yang telah ditutup
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Pantauan regulasi: Tren utama yang membentuk administrasi klaim
Penanganan klaim kini menjadi prioritas pengawasan utama di kedua sisi Selat Inggris. Di Inggris, Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) telah menempatkan hasil penanganan klaim serta pengawasan atas pengaturan outsourcing dan pendelegasian sebagai prioritas utama dalam agenda tahun 2026. Organisasi kini dihadapkan pada ekspektasi yang semakin tinggi terkait hasil yang diperoleh pelanggan, pengawasan pihak ketiga, tata kelola kecerdasan buatan (AI), dan ketahanan operasional, dengan pertanggungjawaban tetap berada di tangan organisasi utama meskipun penanganan klaim telah dialihdayakan.
Triage digital dan keunggulan FNOL
Laporan ini mengidentifikasi FNOL (First Notice of Loss) sebagai salah satu perkembangan paling signifikan yang membentuk masa depan administrasi klaim. Kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi dapat membantu organisasi menilai dan mengarahkan klaim berdasarkan tingkat keparahan dan kompleksitasnya, mempercepat penanganan klaim rutin, serta mengalihkan klaim kompleks ke penangan khusus. Laporan ini juga mengkaji dampak potensial terhadap biaya penanganan, deteksi penipuan, subrogasi, dan pengambilan keputusan.
Wawasan Klaim: Merevolusi visibilitas risiko
Karena klaim terus menyumbang porsi yang signifikan dari total biaya risiko, organisasi memerlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor pendorong klaim, frekuensi, tingkat keparahan, serta tren-tren yang sedang berkembang. Laporan ini mengkaji bagaimana data klaim dapat mendukung proses penjaminan, peramalan, penyisihan cadangan, dan pencegahan risiko, sekaligus membantu organisasi mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya dan membatasi kerugian akibat penipuan.
Meningkatkan transparansi dan pengendalian di seluruh program klaim
Meningkatnya biaya, persyaratan regulasi, dan kompleksitas operasional semakin memperkuat kebutuhan akan transparansi terkait klaim, pemasok, yurisdiksi, dan risiko yang ditanggung sendiri. Laporan ini mengupas bagaimana organisasi dapat memanfaatkan data klaim untuk mengidentifikasi kerugian berulang, mengatasi kebocoran klaim dan peluang pemulihan yang terlewatkan, mengelola pengeluaran untuk pemasok, serta memperkuat profil risiko mereka secara keseluruhan.
“Pada intinya, administrasi klaim bertujuan untuk membantu masyarakat dan perusahaan menghadapi kejadian tak terduga dengan penuh keyakinan. Laporan ini memberikan panduan praktis kepada organisasi untuk memperkuat pengelolaan klaim sehari-hari, mendukung klien sepanjang proses, dan berfokus pada hal-hal yang penting guna mengurangi total biaya risiko di masa depan,” kata Mark Gilbert, Direktur Klien Strategis sekaligus Kepala Divisi Korporat Sedgwick.
Laporan Intelijen Administrasi Klaim 2026 merupakan bagian dari seri berkelanjutan dari Sedgwick yang mengkaji tren, risiko, dan peluang yang membentuk industri ini. Para ahli Sedgwick akan terus memantau perkembangan ini dan membagikan wawasan untuk membantu organisasi menghadapi lingkungan klaim yang semakin kompleks. Unduh bab kedua di sini.
Bab pertama dari seri Laporan Intelijen Administrasi Klaim 2026 membahas tren klaim, frekuensi, dan tingkat keparahan terkait bencana alam, peristiwa yang dipicu oleh perubahan iklim, tanggung jawab hukum, cedera tubuh, dan penipuan. Unduh Bab Satu di sini.
Tentang Sedgwick
Sedgwick adalah mitra terkemuka di dunia dalam bidang manajemen risiko dan klaim, yang membantu klien mencapai kesuksesan dengan menghadapi berbagai situasi tak terduga. Keahlian perusahaan ini, dipadukan dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) tercanggih yang tersedia, menetapkan standar bagi solusi-solusi dalam bidang administrasi klaim, penilaian kerugian, administrasi manfaat, dan penarikan produk. Dengan lebih dari 33.000 karyawan dan 10.000 klien di 80 negara, Sedgwick menawarkan perspektif yang tak tertandingi, kepedulian yang nyata, serta solusi untuk lanskap risiko yang terus berubah dan kompleks. Pemegang saham mayoritas Sedgwick adalah The Carlyle Group; sedangkan Stone Point Capital LLC, Altas Partners, CDPQ, Onex, dan investor manajemen lainnya merupakan pemegang saham minoritas. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungiSedgwick.
Laporan khusus per negara
Tag: Klaim Inggris Raya
Australia
Kanada
Denmark
Prancis
Jerman
Yunani
Irlandia
Belanda
Selandia Baru
Norwegia
Spanyol dan Portugal
Inggris Raya
Amerika Serikat